This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, May 30, 2011

Pejabat Karanganyar Ngluruk Kalimantan Selatan

KARANGANYAR—Berdalih untuk meningkatkan pelayanan publik, sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar ramai-ramai studi banding ke Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (26/5) sore. Selain Bupati Rina Iriani, sejumlah pejabat yang dilibatkan antara lain dari bagian Hukum, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut), Dishubkominfo, Inspektorat, BPPT serta sejumlah anggota dewan.
“Ini dalam rangka untuk studi banding ke badan pelayanan perizinan terpadu (BPPT), karena di Banjar BPPT sudah mendapatkan ISO,” ungkap Bupati Karanganyar Rina Iriani saat dihubungi wartawan, Jumat (27/5). Dengan kunjungan ini diharapkan, Pemkab Karanganyar dapat menirunya bahkan mengungguli dalam pelayanan publik.
Bahkan setelah mengetahui kondisi BPPT di Kabupaten Banjar, Bupati menargetkan tahun ini Pemkab dapat mendapatkan Iso. Terlebih lagi, pihaknya juga mendapatkan dukungan dari kalangan DPRD. “Dulu saya berpikir, untuk mendapatkan ISO itu membutuhkan biaya yang besar, tetapi setelah mengetahui ini ternyata hanya butuh dana sekitar Rp 100 juta sampai Rp 150 juta,” kata Rina.
Disinggung mengenai dampak kunjungan ini terhadap pelayanan publik di Karanganyar, menurut Rina tidak akan mempengaruhi pelayanan publik. “Kunjungan ini tidak mempengaruhi kinerja pelayanan publik, karena kita mengambil dua hari pendek yakni Jumat dan Sabtu,” tandasnya.
Dalam kunjungannya ini Bupati juga mengajak Pimpinan Dewan, seperti Wakil DPRD Juliyatmono, Wakil DPRD Tri Haryadi, Ketua Komisi I Moelyono dan Ketua Komisi II Loso, serta sejumlah Kepala Dinas di lingkup Pemkab Karanganyar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan kehutanan (Distanbunhut) yang turut serta, mengaku kunjungan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Karanganyar. “Ini untuk meningkatkan kualitas, semua Kepala Dinas yang terkait pelayanan publik ikut studi banding,” ucapnya saat dihubungi wartawan, Jumat (27/5).
Ari Purnomo

Hama Wereng Makin Mengganas

KARANGANYAR—Komisi II DPRD Karanganyar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar membentuk tim penanggulangan bencana pertanian. Langkah ini menyusul, semakin meluasnya serangan wereng di Bumi Intanpari itu.
Selaku Ketua Komisi II Abdul Saleh Purwanto mengatakan, dampak serangan wereng ini perlu dibahas bersama. Terlebih lagi serangan wereng yang semakin parah mengancam kondisi pangan di Karanganyar. “Jangan sampai kondisi ini (serangan wereng-red) membuat stok pangan menjadi terganggu. Pemkab harus lebih serius mengatasi permasalahan ini salah satunya dengan membentuk tim penanggulangan bencana pertanian,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.
Abdul Saleh menambahkan, penanggulangan bencana tidak hanya mengatasi permasalahan serangan wereng saja. Melainkan juga dampak perekonomian petani pascaserangan wereng ini. Karena tidak menutup kemungkinan, selama menangani serangan wereng petani banyak meminjam uang.
Sementara itu, untuk mengatasi serangan wereng Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Siti Maesyaroch berencana melakukan penanaman palawija. “Minggu ini akan dilakukan penanaman jagung, serta pemberian bantuan bibit jagung dari cadangan benih Nasional (CBN) kepada para petani,” terang Siti.
Ari Purnomo
 

Ancaman NII Masih Diwaspadai

KARANGANYAR—Ancaman gerakan radikal Negera Islam Indonesia (NII) masih perlu diperhitungkan. Diakui oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar Juhdi Amin, perekrutan anggota baru gerakan ini sangat terbuka dan mayoritas terjadi di kalangan remaja.
“Kemungkinan untuk perekrutan anggota itu sangat terbuka sekali, dan mayoritas terjadi di kalangan para remaja,” ungkapnya di sela-sela acara pembinaan penyuluh agama Islam non-PNS, Sabtu (28/5) lalu. Menurut Juhdi, kondisi ini disebabkan karena negara juga masih dalam masa transisi.
Meski hingga saat ini pihaknya belum mendapati gelagat dari gerakan anggota Islam radikal itu. Tetapi Juhdi tetap mewaspadai kemunculannya di Karanganyar. “Dari informasi para penyuluh keagamaan di lapangan, hingga saat ini NII belum terlihat ada di Karanganyar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan pembinaan penyuluh keagamaan non PNS, Sabtu (28/5) kemarin, Juhdi menegaskan kepada para penyuluh agar semakin gencar dalam memberikan penyuluhan. Terlebih lagi dalam menguatkan keimanan dan ketakwaan para warga.
Selain mewaspadai munculnya gerakan Islam radikal, pihaknya juga mewaspadai munculnya aliran kepercayaan yang dianggap melenceng. “Selama ini tidak ada penganut aliran kepercayaan melakukan ritual yang menyalahi aturan,” ungkapnya. Menurut Juhdi, meski anggota aliran kepercayaan tidak banyak, tetapi aliran itu dapat berkembang. 
  Ari Purnomo

Polres Bekuk 2 Pemakai Sabu

KARANGANYAR—Jajaran Satnarkoba Polres Karanganyar kembali membekuk dua pengguna sabu, Riyanto alias Suro (43) dan Waluyo Agung Yuliyanto alias Walotok (27), Senin (30/5). Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita tutup botol beserta sedotan sebagai alat yang digunakan tersangka.
Sebelum ditangkap, keduanya baru saja selesai menikmati sabu-sabu di rumah Riyanto yang berprofesi sebagai sopir truk, di Perumahan Josroyo Indah Blok D RT 1 RW XVI, Jaten, Karanganyar. Setelah melakukan pengintaian, akhirnya petugas berhasil membekuk keduanya. “Saat ditangkap, mereka baru saja selesai menggunakan sabu-sabu dan sedang tiduran di rumah Riyanto,” ungkap Kasat Narkoba AKP Sutikno mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Edi Suroso, Senin (30/5), kemarin.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya pun harus mendekam di sel tahanan Mapolres Karanganyar. Saat diperiksa oleh penyidik, Riyanto mengaku terpaksa menggunakan sabu-sabu itu untuk mendukung profesinya sebagai seorang driver lintas wilayah. Pasalnya, kalau tidak menggunakan ia sering kelelahan dan ujung-ujungnya ngantuk.
“Saya tidak kecanduan, tapi hanya untuk doping saja, soalnya kalau tidak menggunakan sabu, biasanya ngantuk,” ungkap Riyanto di depan penyidik Polres, Senin (30/5).
Saat ditanya, siapa penjualnya Riyanto mengaku tidak tahu. Ia beralasan, tidak hanya terpatok pada satu penjual saja, melainkan juga menggunakan sabu saat berada di luar kota seperti Jakarta.
“Saya tidak tahu siapa yang menjualnya, saat di Jakarta, saya juga menggunakan sabu,” tambahnya. Saat ini Jajaran Satnarkoba Polres Karanganyar terus mengembangkan kasus ini. Akibat perbuatannya kedua terdakwa bakal dijerat dengan pasal 112 (1), sub pasal 127 (1) huruf A Undang-Undang RI nomor 35/2009 tentang narkotika.
Ari Purnomo

Persinas Gelar Kejurnas Pencak Silat

KARANGANYAR—Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) Ampuh, Sehat, Aman dan Damai (ASAD) Kabupaten Karanganyar mengadakan Kejuaraan pencak silat, Minggu (29/5). Dalam Kejuaraan Pencak Silat tingkat SD, SMP dan SMA yang digelar di Gedung Olahraga KPRI Cangakan dimenangi oleh perwakilan dari Mojogedang.
Kejuaraan Pencak Silat antara lain dihadiri oleh Ketua IPSI Kabupaten Karanganyar Tegas Sudibyo, Ketua Koni Karanganyar Jatmiko, serta anggota DPRD Bidang Kesejahteraan dan Pendidikan Rohmad Abdullah. “ Dengan kejuaraan ini, mari kita galang kerukunan, keharmonisan serta sportivitas dalam pertandingan menuju ampuh, sehat, aman dan damai,” ungkap Jatmiko kemarin. Jatmiko menambahkan, kejuaraan Tingkat Cabang Persinas ASAD ini digelar dengan tujuan sebagai penjaringan atlet berbakat . Di samping meningkatkan prestasi atlet dan pembinaan mental tanding. Dalam kejuaraan kemarin sedikitnya ada 107 peserta dari berbagai ranting se-Karanganyar. Dan keluar sebagai juara pertama yakni perwakilan dari Mojogedang, sedangkan juara umum II disabet oleh ranting dari Tasikmadu, disusul juara umum III dari Karanganyar.
Ari Purnomo

Hukuman Tony Dikurangi

KARANGANYAR—Putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jateng mengabulkan banding yang diajukan oleh terpidana kasus dugaan korupsi Griya Lawu Asri (GLA) Tony Iwan Haryono, dan meringankan hukumannya menjadi empat tahun serta denda sebesar Rp 200 juta, subsider dua bulan penjara. Dengan putusan ini, Jaksa Penuntut Umum langsung mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).
Meski PT Jateng juga menyatakan Tony terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut, tetapi lemahnya sistem pengawasan proyek GLA menjadi pertimbangan yang meringankan hukuman suami Bupati Karanganyar Rina Iriani itu. Putusan banding bernomor 112/Pid.sus/2011/PT Smg diterima Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar Jumat (27/5) kemarin.
Dalam putusan itu, meski PT Jateng meringankan hukuman Tony dari hukuman sebelumnya yang dijatuhkan oleh PN Karanganyar selama lima tahun 10 bulan, menjadi empat tahun. Tetapi PT Semarang tetap meminta Tony agar mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 3, 24 miliar. “Putusan sudah kami terima Jumat (27/5) kemarin, dan JPU langsung menerima salinannya. Sementara dari pihak terdakwa melalui Penasihat Hukumnya baru menerima hari ini (kemarin-red),” terang Panitera Muda Pidana PN Karanganyar Restu Widodo, Jumat (27/5).
Kasasi
PT Jateng sendiri menilai, jika Tony bukanlah menjadi satu-satunya pihak yang bersalah dalam penyaluran subsidi dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), dan merugikan keuangan Negara lebih dari Rp 20 miliar. Melainkan, juga karena lemahnya sistem pengawasan, dengan tidak melakukan pembukuan secara konkret sebagai langkah awal pencegahan kasus ini.
Usai menerima salinan putusan setebal 118 halaman itu, JPU yang menangani kasus ini yakni Bambang Tedjo Manikmoyo langsung mengajukan kasasi. “Usai menerima salinan putusan banding dari PT Semarang, JPU langsung secara resmi mengajukan kasasi,” tambah Restu kemarin.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar membenarkan kasasi tersebut. “Iya benar mengajukan kasasi,” singkat Purwani saat dihubungi wartawan, Senin (30/5).
Tidak hanya JPU yang mengajukan kasasi, tetapi dari kubu Tony melalui penasihat hukumnya Rachel Pertiwi juga akan mengajukan kasasi. Rachel yakin jika kasus yang membelit kliennya tersebut murni perdata. “Kasus ini seharusnya masuk ranah hukum perdata, sehingga kliennya saya harus bebas. Nanti saya akan ajukan kasasi dan berharap pak Tony bisa bebas,” jelas Rachel.
Dengan putusan banding ini, membuat hukuman Tony menjadi sebanding dengan terpidana lain yakni ketua KSU Sejahtera Handoko Mulyono yang dihukum empat tahun dengan denda sebesar Rp 100 juta, karena terbukti merugikan negara Rp 370 juta.
Ari Purnomo

Peternak Sapi Beralih Profesi

BOYOLALI—Menyusul merebaknya kembali antraks di Kecamatan Miri, Sragen, warga Boyolali enggan beternak sapi, dan beralih bercocok tanam palawija. Hal itu dilakukan petani di Kecamatan Andong, yang merupakan daerah tetangga dengan Kecamatan Miri, Sragen.
Kondisi tersebut terungkap dari hasil serap aspirasi anggota dewan di Dukuh Jaten, Desa Mojo, Kecamatan Andong, Jumat (27/5). Dalam kesempatan itu warga mengungkapkan keengganannya beternak sapi. Selain trauma antraks juga karena harga ternak sapi saat ini terjun bebas. “Efeknya luar biasa, warga sudah tidak bisa lagi mengandalkan ternak sapi harganya saat ini sudah hancur,” ungkap Yazit (50), warga setempat.
Tak mau ambil risiko, warga terpaksa menjual ternak-ternak mereka. Sapi yang biasanya bisa tembus Rp 12,5 juta, paling hanya laku sekitar Rp 5 juta. Saat ini warga hanya bisa mengerjakan sawah dan ladang dengan menanam palawija.
Namun untuk bercocok tanam pun warga menemui kendala modal. Uang dari penjualan sapi, menurut Yulianto (40), Ketua Kelompok Tani Umbul Dukuh Ngrawan, Desa Pranggong, kebanyakan sudah habis untuk keperluan sehari-hari.
Sementara untuk bercocok tanam, warga membutuhkan bantuan bibit dan pengolahan lahan karena warga harus memulai dari nol. Warga berharap pemerintah lebih peduli mengingat imbas merebaknya antraks ternyata sangat dirasakan warga. “Setidaknya kami berharap bantuan bibit, baik jagung, kacang tanah, maupun bibit palawija yang lain,” terang dia.
Anggota DPRD dari Fraksi Nurani Partai Golkar, Suwardi mengatakan, seluruh aspirasi masyarakat tersebut akan ditampungnya.
Ario Bhawono

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More