Wednesday, May 25, 2011

230 KK Warga Akhirnya Pindah

BOYOLALI—Setelah 21 tahun terbentuknya permukiman Kedungmulyo dan Kedungrejo bagi warga yang tergusur proyek pembangunan Waduk Kedungombo, 230 Kepala Keluarga (KK) yang selama ini tinggal di kawasan sabuk hijau dan genangan, bersedia menempati lahan relokasi.
Kesediaan itu akan dilakukan bersamaan dengan peringatan hari jadi permukiman,  30 Mei mendatang. Menurut tokoh masyarakat, Jaswadi, kepindahan akan dilakukan bertahap. Tahap pertama, tokoh masyarakat  mencapai 74 KK.
Warga yang pindah pada tahap pertama adalah warga yang benar-benar sudah memenuhi syarat yang ditetapkan. Syarat untuk menempati permukiman itu yakni sesuai dengan hasil penelitian dari Pengadilan Negeri (PN) Boyolali. Di antaranya sudah mengambil ganti rugi uang yang sebelumnya dikonsinyasikan di PN.
“Meski demikian, banyak warga yang memiliki dokumen sah tapi tidak bisa mengambil uang konsinyasi karena sudah diambil orang lain,” ungkap Jaswadi, yang juga Ketua Hari Jadi Permukiman, Selasa (24/5).
Untuk Proyek
Dikatakan, setiap KK yang menempati lahan relokasi tetap mendapat lahan sesuai luasan tanah yang mereka miliki dulu saat dilakukan pembebasan tanah untuk proyek. Setiap KK nantinya akan mendapat lahan pengganti lengkap dengan sertifikatnya.
Saat ini menurut Jaswadi, 249 hektare lahan di relokasi Kedungmulyo sudah ditempati sekitar 3.000 KK. Sedangkan relokasi di Kedungrejo seluas 58 hektare sudah ditempati 400 KK. Jaswadi mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng untuk memfasilitasi perpindahan warga, dan diharapkan persoalan tersebut bisa segera selesai.
Menurut Jaswadi, sejak proyek pembangunan waduk Kedungombo hingga sekarang masih ada ratusan KK yang menolak uang ganti rugi dan memilih tinggal di kawasan sabuk hijau dan areal genangan waduk.
Ganti rugi yang diberikan pemerintah saat itu  sebesar Rp 400 per hektare untuk tanah sawah dan tegalan dan  Rp 800 untuk tanah pekarangan milik warga. Selain Kedungrejo dan Kedungmulyo, pemerintah juga menyiapkan lahan relokasi lain, di antaranya blok A dan blok E yang kini juga sudah ditempati sebagian warga.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More